Penulis Takdirku Sendiri
Baca online komik Author of My Own Destiny Bahasa Indonesia. Manhwa Author of My Own Destiny terbaru dan terlengkap bisa kamu baca gratis di Komiku.
Usai lembur mengejar tenggat, Aruna, penulis novel fantasi romansa, terbangun di dalam kisah yang ia buat sendiri sebagai Lisette, antagonis yang di versi asli tewas di awal. Satu-satunya senjata yang ia miliki adalah Pena Takdir, kemampuan mengedit realitas selayaknya merevisi draf, namun setiap revisi menagih harga, dari memudarnya kenangan hingga mengecilnya peluang. Untuk membatalkan akhir buruknya, Aruna harus bermanuver di pusaran politik istana dan mengelola relasi dengan tiga tokoh sentral yang dulunya hanya karakter di naskahnya. Ketika anomali membesar akibat terlalu banyak perubahan, dunia mulai melawan. Sosok misterius bernama Editor muncul, ngotot mengembalikan alur ke tragedi semula. Aruna perlahan paham bahwa menjadi penulis bukan sekadar memaksakan ending, melainkan bertanggung jawab atas konsekuensi pilihan dan mengakui kehendak karakter lain. Satu-satunya jalan pulang adalah menulis bab yang tak pernah ia rancang, sebuah akhir kolaboratif yang merangkum intrik politik, luka personal, dan keselamatan orang-orang yang kini benar-benar ia pedulikan.
Pilih chapter pada tabel di bawah untuk mulai membaca Komik Author of My Own Destiny.
Tidak ada chapter yang cocok.
Usai lembur mengejar tenggat, Aruna, penulis novel fantasi romansa, terbangun di dalam kisah yang ia buat sendiri sebagai Lisette, antagonis yang di versi asli tewas di awal. Satu-satunya senjata yang ia miliki adalah Pena Takdir, kemampuan mengedit realitas selayaknya merevisi draf, namun setiap revisi menagih harga, dari memudarnya kenangan hingga mengecilnya peluang. Untuk membatalkan akhir buruknya, Aruna harus bermanuver di pusaran politik istana dan mengelola relasi dengan tiga tokoh sentral yang dulunya hanya karakter di naskahnya. Ketika anomali membesar akibat terlalu banyak perubahan, dunia mulai melawan. Sosok misterius bernama Editor muncul, ngotot mengembalikan alur ke tragedi semula. Aruna perlahan paham bahwa menjadi penulis bukan sekadar memaksakan ending, melainkan bertanggung jawab atas konsekuensi pilihan dan mengakui kehendak karakter lain. Satu-satunya jalan pulang adalah menulis bab yang tak pernah ia rancang, sebuah akhir kolaboratif yang merangkum intrik politik, luka personal, dan keselamatan orang-orang yang kini benar-benar ia pedulikan.