Penyihir Bencana Ingin Hidup Bebas
Baca online komik The Witch of Disaster Wants to Live Freely Bahasa Indonesia. Manga The Witch of Disaster Wants to Live Freely terbaru dan terlengkap bisa kamu baca gratis di Komiku.
Di dunia yang gampang panik terhadap sihir, seorang penyihir dijuluki Penyihir Bencana karena auranya memantik malapetaka di mana pun ia singgah. Lelah diburu gereja dan guild, ia memutuskan pensiun dari drama dan pindah ke kota perbatasan dengan identitas palsu. Targetnya simpel: buka kios ramuan, ngopi tenang, hidup low profile. Masalahnya, nasib selalu ngeyel. Dari retakan leyline sampai wabah kutukan, kejadian tak wajar terus meletup di sekitarnya dan memaksa dirinya turun tangan. Untuk menepis stigma, ia mengandalkan otak encer, sihir tingkat tinggi, dan familiar kucing hitam yang nyinyir tapi setia. Pertemuannya dengan seorang ksatria idealis yang menolak menghakimi menumbuhkan kepercayaan baru, namun juga menarik perhatian inkuisisi dan sekte yang memuja bencana. Sambil menolong warga satu per satu, ia perlahan mengubah label "bencana" menjadi "penjaga", sampai akhirnya harus memilih: tetap bersembunyi, atau hidup bebas sepenuhnya dengan segala risikonya.
Pilih chapter pada tabel di bawah untuk mulai membaca Komik The Witch of Disaster Wants to Live Freely.
Tidak ada chapter yang cocok.
Di dunia yang gampang panik terhadap sihir, seorang penyihir dijuluki Penyihir Bencana karena auranya memantik malapetaka di mana pun ia singgah. Lelah diburu gereja dan guild, ia memutuskan pensiun dari drama dan pindah ke kota perbatasan dengan identitas palsu. Targetnya simpel: buka kios ramuan, ngopi tenang, hidup low profile. Masalahnya, nasib selalu ngeyel. Dari retakan leyline sampai wabah kutukan, kejadian tak wajar terus meletup di sekitarnya dan memaksa dirinya turun tangan. Untuk menepis stigma, ia mengandalkan otak encer, sihir tingkat tinggi, dan familiar kucing hitam yang nyinyir tapi setia. Pertemuannya dengan seorang ksatria idealis yang menolak menghakimi menumbuhkan kepercayaan baru, namun juga menarik perhatian inkuisisi dan sekte yang memuja bencana. Sambil menolong warga satu per satu, ia perlahan mengubah label "bencana" menjadi "penjaga", sampai akhirnya harus memilih: tetap bersembunyi, atau hidup bebas sepenuhnya dengan segala risikonya.