Yang Semula Hanya Pernikahan Kontrak Berubah Menjadi Obsesi Sang Adipati
Baca online komik What Was Meant to Be a Contract Marriage Turned Into the Duke’s Obsession Bahasa Indonesia. Manhwa What Was Meant to Be a Contract Marriage Turned Into the Duke’s Obsession terbaru dan terlengkap bisa kamu baca gratis di Komiku.
Demi menyelamatkan nama keluarga sekaligus mendapatkan ruang gerak, seorang wanita cerdas menyepakati pernikahan kontrak dengan adipati yang terkenal sedingin marmer. Aturannya jelas: tidak ada cinta, tidak ada ikatan permanen, dan berpisah saat masa kontrak berakhir. Sang adipati membutuhkan istri sebagai perisai politik, sementara ia butuh perlindungan dari badai skandal. Namun ketika mereka memainkan peran di pesta istana, ruang negosiasi, hingga percakapan larut malam, chemistry yang tak direncanakan mulai tumbuh. Dinding es di antara mereka retak oleh perhatian kecil, tatapan yang terlalu lama, dan kerja sama yang terasa terlalu pas untuk disebut kebetulan. Saat ancaman eksternal datang bertubi-tubi—gosip yang direkayasa, manuver faksi bangsawan, serta rahasia kelam masa lalu sang adipati—batas-batas kontrak mulai kabur. Rasa protektifnya berkembang menjadi obsesi yang manis sekaligus menekan, memaksa sang istri kontrak menegosiasikan ulang batas dan kehendaknya sendiri. Di tengah intrik yang kian ruwet, keduanya harus memutuskan: memegang teguh perjanjian awal, atau mengubah alur permainan dengan menjadikan pernikahan semu sebagai kemitraan nyata yang diperjuangkan sampai akhir.
Pilih chapter pada tabel di bawah untuk mulai membaca Komik What Was Meant to Be a Contract Marriage Turned Into the Duke’s Obsession.
Tidak ada chapter yang cocok.
Demi menyelamatkan nama keluarga sekaligus mendapatkan ruang gerak, seorang wanita cerdas menyepakati pernikahan kontrak dengan adipati yang terkenal sedingin marmer. Aturannya jelas: tidak ada cinta, tidak ada ikatan permanen, dan berpisah saat masa kontrak berakhir. Sang adipati membutuhkan istri sebagai perisai politik, sementara ia butuh perlindungan dari badai skandal. Namun ketika mereka memainkan peran di pesta istana, ruang negosiasi, hingga percakapan larut malam, chemistry yang tak direncanakan mulai tumbuh. Dinding es di antara mereka retak oleh perhatian kecil, tatapan yang terlalu lama, dan kerja sama yang terasa terlalu pas untuk disebut kebetulan. Saat ancaman eksternal datang bertubi-tubi—gosip yang direkayasa, manuver faksi bangsawan, serta rahasia kelam masa lalu sang adipati—batas-batas kontrak mulai kabur. Rasa protektifnya berkembang menjadi obsesi yang manis sekaligus menekan, memaksa sang istri kontrak menegosiasikan ulang batas dan kehendaknya sendiri. Di tengah intrik yang kian ruwet, keduanya harus memutuskan: memegang teguh perjanjian awal, atau mengubah alur permainan dengan menjadikan pernikahan semu sebagai kemitraan nyata yang diperjuangkan sampai akhir.